HIKAYAT SANG DEWA AYERMATA (syair 1) oleh : abdullah shafiee

in_twilight_by_annecain

aku mengalih punggung.mencari selesa dudukku.takhta semayamku ini perlu ditambah bantal lagi.ingin saja ku panggil sang pandai sulam, buat lapik benang emas yang baru.corak pucuk rebung pun indah jua.

mana sang gunamatahariku ? selewat ini tak muncul tibanya mengadap. pasti sedang manja mengulik bantal bantal emas kurniaanku .bermain embun,lewat beradu…

memang sang gunamatahariku tulah pengarang jantung hatiku.seantero chandi tahu jua ceritera cinta sang gunamatahariku dengan sang dewa mereka. sampai penghantar kangkung dari payasari pun boleh jadi penglipur ulang alik ceritera cinta sang gunamatahariku dengan sang dewa ayermata.
“biar jualah… sang gunamatahariku letih berlawan sepak raga di negeri sembilan…” bisik aku perlahan pada sanggoci aptuyu. sanggoci aptuyu senyum tunduk membuang pandang perlahan.
itulah sanggoci aptuyu, selalu senyum tunduk membuang pandang perlahan. bukan sekali. berkali-kali jualah begitu bila kuadu ceritera sang gunamatahariku yang semakin berubah laku.
aku mengalih punggung lagi.. menderap belikat sesaat dua.kanan dan kiri. membuat bunga tupai berlaga lalu melentik tangan kanan kiri bak mak yung asyik mengadap rebab. sanggoci aptuyu melihatku begitu, lalu senyumnya meleret ke kanan. aduh… manis sungguh .

sanggoci aptuyu memperkemaskan duduk sembahnya tatkala aku bangkit barlalu ke kamar selatan.dan ekor mata sanggoci aptuyu bermain bunga silat bayang buoyo dengan ekor mataku sedetik dua tatkala itulah.      aduh.. manisnya…
di kamar selatan kutatap keris sakti sembilan puluh sembilan lok pemberian tanda kasih sang gunamatahariku. lama rasanya tak kutemui sang gunamatahariku. lama sudah tak beradu keris.entah apa yang dirajuknya sang gunamatahariku itu. mungkin hantaran capal emas siam yang diidamnya takku tunaikan gamaknya. mungkin, salah susun bahasaku malam tiga purnama sudah menegur sombongnya sang gunamatahariku bermain kuasa sakti kurniaanku.

atau mungkin cemburu pada sanggoci aptuyu yang setia menemaniku bersemayam di chandi waima ke rimba suria memanah naga emas. oh sang gunamatahariku, rinduku ini tak bertuan lagi… tak bersahut siponggang teriak sang dewamu  ini .
“aku rindu…” bisik perlahanku pada keris sakti sembilan puluh sembilan lok pemberian sang gunamatahariku. perlahan kucupanku singgah di hulunya.
“wahai sang dewa ayermata, rindu nian sang gunamatahariku…?” perlahan suara sanggoci aptuyu di balik tirai sutera di gerbang kamar selatan menghentikan jantungku tiga detik.
“wahai sang dewa ayermata, jangan ikutkan perasaan. makanlah sireh ni. buat hilang duka. sudah hamba lipatkan..” senyuman sanggoci aptuyu tepat memanah mataku. lalu sanggoci aptuyu terbang perlahan berlalu membiarkanku terkesima pula tiga detik.
kubuka perlahan kotak kayu cendana yang mengharum di atas dulang tembaga.beralas kuntum kenanga kuning,pandan wangi dan daun hutan.
ada empat belas helai sireh di dalamnya. molek berlipat. siap gambir, pinang kapurnya.. air tangan sanggoci aptuyu.
ku ambil sehelai lipat sirih sanggoci aptuyu.perlahan suapku. berhati-hati kunyahku.

aduh… manisnya !

3 Responses to “HIKAYAT SANG DEWA AYERMATA (syair 1) oleh : abdullah shafiee”


  1. 1 ikoko

    hah.. paklah..

    sangat sastera la ayat..

    paklah suka membaca karya-karya sastera ke?

  2. 2 en_me

    gambar poster ittew menimbulkan syak wasangka.. ghitewww

  3. 3 aya

    Gay?

Leave a Reply