semalam yg berlalu, aku semakin waras…entahlah, terlalu banyak dugaan yang datang dalam hidup ni. ke kiri salah, ke kanan pun salah.. bagai melihat wajah di permukaan air yang tenang, bila disentuh, hilanglah garisan-garisan yg jelas bak hilangnya harapan dan impian dalam hidup.
apakah aku perlu kalah dan tewas pada dugaan sekecil ini… biar seribu tahun lagi aku menunggu riak di permukaan air ini tenang, aku rela… demi sebuah harapan dan impian yg telah kusemat seribu tahun dulu.
aku bagai sang awan sitrus yang semakin merapat di dada langit… menanti saat komulonimbus menyinggah bumi. oh kehidupan.. mengapa sepayah ini harus kutelusuri hikmahnya..
apa harus kematian menjadi jawapan. kematian sebelum saat haknya tiba.
aku temui satu kekuatan di dalam kesepian. bagai jendela kaca yang meretak runtun rawan hatiku semalam… aku temui sebuah senyuman di dasar lautan airmata semalam… biar setitik cuma, namun bisa membasahi kering kontang gersangnya bumi rinduku pada satu kedamaian. kedamaian? yang mana?
yang di hati… jawap suara dewa cinta ku. aku punya hati? ya, yg jatuh berselerakan di lembah kenangan. bidadari, kesuma hati, pari pari, dan tangan penuh luka ini, ku kutip satu persatu serpihan hati yang bersinar di lembah perasaan ini.
ke langit aku berlari, sembunyi, dan menangis sendiri di penjuru kiri purnama… siapa yang tahu? hanya aku, Dia, dan kamu yang mengerti nikmatnya menjadi sepi sebegini..
semalam yang berlalu, mengajarku menjadi lebih beerti.. biarku sepi. biarku sendiri.. biar kupujuk hati. agar lebih berani. lebih kuat berlari…. ke angkasaraya. menggapai bintang..
wah …i suka pict tu